Welcome


" Ya ALLAH, Tuhan yang menguruskan hati..uruskanlah
hati-hati kami ke arah jalan ketaatan kepada-Mu "

:: oPeN yOuR EyEs ::

'Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan. Kalian telah berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya kalian ini anak2 lelaki dari seorang lelaki dan dari seorang perempuan yang sama. Tidak sanggup aku mengkhianati ayahmu, atau membuat malu bapa saudaramu, atau mencoreng arang di muka keluargamu. Jika kalian telah melihat perang, singsinglah lengan baju dan berangkatlah, majulah paling depan nescaya kalian akan mendapatkan pahala di akhirat. Negeri yang abadi. Wahai anakku, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahawa Muhammad itu Rasul Allah. lnilah kebenaran sejati, maka untuk itu berperanglah dan demi itu pula bertempurlah sampai mati(syahid). Wahai anak-anakku, carilah maut nescaya dianugerahkan hidup.' -Al-Khansa bintu Amru-

07 May 2009

Kisah cinta dari China..

rumah yg mereka diami...

xu chauqin

Liu giojiang


Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan telah menyentuh seisi dunia. Kisah ini adalah kisah seorang lelaki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi selama setengah abad.

Lelaki China berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya (hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam gua selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya. 50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama Xu Chaoqin ....

Seperti kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespears, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka kerana perbezaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa org anak.... Pada waktu itu tidak boleh diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gosip murahan dan celaan dari keluarganya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah gua di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing. Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan kerana tidak mempunyai apa-apa, tiada bekalan elektrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput dan akar-akar yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka. Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan ia berulang-kali bertanya,"Apakah kau menyesal?" Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik". Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.
Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka hairan apabila melihat pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu. Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk mengembirakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung. Pasangan ini hidup bahagia selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pengsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Kerana sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya. "Kau telah berjanji akan menjagaku dan akan terus bersamaku sampai aku meninggal, sekarang kau telah mendahuluiku, bagaimana aku dapat hidup tanpamu?"
Selama beberapa hari Xu terus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenazah suaminya dengan air mata yang membasahi pipinya.
Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly. Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan muzium agar kisah cinta ini dapat diingati.

No comments:

Post a Comment